Perpanjangan Kontrak Layanan Bulanan JekPot

Manajemen JekPot, Ojek Pontianak mengucapkan terima kasih kepada keluarga bapak Manri Siahaan Azura Residence jalan Panglima Aim Pontianak Timur yang telah mempercayai layanan bulanan/ langganan kami. Terlebih memperpanjang kontrak layanan.

Foto0526JekPot berusaha melayani sepenuh hati untuk memudahkan urusan Anda dan keluarga. Dalam hal ini adalah antar-jemput anak sekolah atas nama James.

Menurut driver JekPot, James adalah tipe anak sekolah yang semangat dan giat. Dia dijemput jam 6.00 pagi setiap hari untuk bersekolah di SMP Gembala Baik, jalan Ayani I Pontianak. Alasannya biar tidak terkena macet dan bisa sarapan dahulu di sekolah sebelum pelajaran dimulai.

Beberapa hari selama seminggu kadang dia juga harus pulang agak sore untuk mengikuti kegiatan ekstrakurikuler di sekolah. James adalah tipe anak sekolah periang dan energik. Dia suka sekali dengan beberapa kegiatan yang sesuai dengan minat dan bakatnya.

Sekali lagi manajemen mengucapkan terima kasih atas perpanjangan kontrak layanan bulanan ini. Semoga layanan JekPot memang benar-benar membantu Anda dalam segala urusan yang berhubungan dengan repot. Semoga.

Jangan Asal Order Ojek

JekPoter mania, kami menyarankan mencari ojek tetap sebagai langgganan. Dengan begitu, antara penumpang dan ojek kenal satu sama lain. Jika tidak berlangganan, jangan sembarangan menyetop pengendara yang mengaku ojek di pinggir jalan. Penumpang harusnya mencari dan sabar mencari pangkalan ojek … Continue reading

Tips Tetap Wangi Walaupun Ngojek

ojek styleSebagian orang yang tinggal di kota besar memilih ojek sebagai alat transportasi andalan. Lalu lintas yang macet sering membuat kendaraan roda empat menjadi tak berkutik. Ojek memiliki kelebihan bisa melaju di jalan yang sempit, bahkan di antara himpitan mobil-mobil. Itu mengapa ojek menjadi tumpuan untuk mengejar waktu.

Masalahnya, kita terkadang tidak bisa memilih tukang ojek wangi yang menyediakan helm yang harum. Puluhan penumpang bisa jadi dalam sehari diangkut oleh tukang ojek yang sama. Demikian juga helm yang disediakan untuk penumpang, dipakai oleh banyak orang dan mungkin belum pernah dicuci sama sekali.

Tentunya “ngeri” membayangkan rambut kita yang habis keramas, harus mengenakan helm yang berbau, bahkan kadang basah. Namun, bila kita menolak mengenakan helm, kita akan menanggung risiko apabila ditilang polisi dan akan riskan dari sisi keamanan. Belum lagi bila jaket si tukang ojek tidak pernah ganti dan bau. Serba tak enak memang. Tetapi, tentunya ada cara cerdas agar tetap wangi ketika naik ojek. Untuk itu, berikut tips-nya :

1. Pakailah masker. Ini adalah cara aman dan sehat. Sebab, dengan demikian hidung kita tak tersiksa oleh bau jaket tukang ojek. Selain itu juga menekan terpapar polusi udara akibat berkendara sepeda motor.

2. Pakailah scarf atau syal untuk menutup hidung dan wajah Anda. Hanya menyisakan bagian mata saat menjadi penumpang ojek, justru lebih baik. Selain itu, scarf atau syal Anda pastinya wanginya sesuai selera Anda.

3. Pakailah topi beanie atau kupluk sebelum mengenakan helm milik tukang ojek. Dengan demikian, bau dan basah helm bekas keringat rambut penumpang sebelumnya, atau basah bekas minyak rambut penumpang sebelumnya, tidak menempel pada rambut Anda secara langsung. Sebaiknya, pilihlah topi kupluk yang kainnya rapat, bukan yang kain rajut. Topi ini sebaiknya segera dicuci setelah Anda sampai di rumah.

4. Gunakan scarf sebelum memakai helm dari si tukang ojek.

5. Pakai selalu jaket milik sendiri. Jaket tidak saja melindungi tubuh dari terpaan angin dan panas matahari, tetapi juga bisa melindungi pakaian di dalamnya dari bau yang ditimbulkan asap kendaraan bermotor, asap bakaran sampah dan sebagainya

6. Setelah sampai tempat tujuan, jangan lupa untuk menyemprotkan pewangi tubuh ke pakaian anda.

Selamat ngojek dan selamat beraktivitas!

sumber : www.satuharapan.com

Selamat datang di kota asap

asap

JekPoter mania, kota kite tercinta sedang mengalami kondisi yang kurang menyehatkan. Kabut asap mulai melanda seiring cuaca yang terus memanas.

Padahal di sisi lain bumi Indonesia sedang tumpah ruah air, di sini di kote kite justru kekeringan. Akibatnya air bersih semakin menipis, kota menjadi “buram” karena kabut dan tidak kalah penting adalah merebaknya berbagai penyakit.

Sungguh, asap adalah bencana tahunan kota ini. Jika tidak ada solusi dan reaksi terhadapnya kota ini akan bangkrut. Kota ini akan lumpuh. Kota ini tidak akan menarik wisatawan. Kota ini butuh strategi jitu untuk menghadapi bencana tahunan seperti ini.

Anak-cucu kita ingin bahagia. Keluarga kita ingin menikmati hidup damai, sehat dan harmonis di kota ini. Seluruh masyarakat ingin tenteram dan bahagia melangsungkan aktivitasnya. Tetapi dengan kondisi seperti saat ini apakah memungkinkan? Dengan kondisi semacam ini apakah para turis, wisatawan, businessman mau berinvestasi di kota ini?

Yang bisa kita ucapkan sederhana saja, sesuai dengan keadaan yang tak kunjung tertangani. “Selamat datang di kota asap”. Inilah ciri khas kota yang belum punya resep jitu menangani asap. Kota yang belum memiliki ketegasan untuk menghukum dengan tegas para penghasil asap. Terima kami seadanya tanpa harus menyalahkan keadaan yang memang belum bisa kami tangani secara seksama.